Hikmatnya Perayaan Kamis Putih di ISB

Menyambut Hari Raya Paskah, umat Katolik akan memasuki masa pekan suci atau yang juga disebut Tri Hari Suci yaitu Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Suci. Kamis Putih merupakan permulaan dari Tri Hari Suci yang disebut sebagai kamis terakhir sebelum Paskah. 

Institut Shanti Bhuana memperingati Kamis Putih (01/04/2021) di Kapel St. Yohanes Salib yang dimulai pada pukul 19.00 WIB dan dihadiri oleh Romo, Suster, Bapak/Ibu Asrama, serta mahasiswa/i yang tinggal di asrama. Peringatan ini secara khusus mengajak mahasiswa/i ISB untuk merenungkan perjamuan terakhir yang dipimpin oleh Yesus bersama murid-muridnya sebelum kemudian Yesus ditangkap, diadili, dihukum hingga wafat di kayu salib. 

Peringatan ini ditandai dengan pembasuhan kaki 12 orang mahasiswa laki-laki terpilih oleh Romo Eguene. Hal tersebut dilakukan sebagai peringatan akan Yesus yang membasuh kaki 12 rasul-Nya dalam perjamuan terakhir bersama mereka. 

Pukul 20.00 WIB, mahasiswa melakukan tuguran. Dimana para mahasiswa terbagi menjadi 4 kelompok dan mengikutinya secara bergantian sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan hingga pukul 24.00 WIB. masing-masing kelompok melaksanakan tuguran selama satu jam. Tuguran, yang artinya berjaga-jaga bersama Yesus, menjadi salah satu tradisi dalam gereja Katolik dan menjadi bentuk keikutsertaan umat Katolik dalam doa bersama Yesus di taman Getsemani, tempat dimana Yesus berdoa sebelum disiksa oleh serdadu Yahudi.

“Saat menjadi salah satu dari ke-12, saya merasa gugup dan merasa tidak pantas karena saya ini orang berdosa. Saya terharu bahagia saat kaki ini dibasuh dan dicium oleh Romo Eguene, CSE. Dengan mengikuti pembasuhan ini saya benar-benar menghayati. Pesan bagi temen-teman yang dipilih kemudian hari jangan ragu-ragu. Ikutlah dengan serius dan ikhlas karena ini merupakan salah satu bentuk dari pelayanan”, ujar Anjas Saputra dari prodi PGSD selaku salah satu yang menjadi ke-12 rasul.

Penulis: Owen
Editor: Rima