Sustainable Green Campus STIM SB

Konsep Circular Economy berpedoman pada prinsip mengurangi sampah dan memaksimalkan sumber daya yang ada. Pendekatan circular economy ini berbeda dengan ekonomi linear tradisional yang menggunakan model ambil- pakai – buang (take – make – dispose). Circular Economy merupakan sebuah implementasi konsep ekonomi hijau yang diterapkan untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs). Eksternalitas negatif adalah salah satu akibat dari kegiatan konsumsi masyarakat dalam hal ini adalah sampah yang selama ini dibuang sia-sia tanpa di kelola dengan benar. Indonesia diperkirakan menghasilkan 64 juta ton sampah setiap tahun. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK – 2017), komposisi sampah didominasi oleh sampah organik, yakni mencapai 60% dari total sampah. Sampah plastik menempati posisi kedua dengan 14% disusul sampah kertas 9% dan karet 5,5%. Sampah lainnya terdiri atas logam, kain, kaca, dan jenis sampah lainnya. Tata kelola sampah (waste management) adalah cara untuk mengatasi hal tersebut dengan prinsip dasar 3R (reduce, reuse dan Recycle).

UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Pengolahan Limbah Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Shanti Bhuana adalah bentuk solusi dalam mengatasi hal tersebut menuju sustainable green campus, yang diharapkan dapat memberi inspirasi dan kontribusi kepada masyarakat untuk menjaga ekologi sekitar. UKM ini diketuai oleh Kalista Lisska Karnika (Mahasiswa Manajemen 2018) serta didampingi oleh dosen pendamping Aloysius Hari Kristianto, S.E., M.Si.. Proyek UKM yang saat ini dilakukan adalah mengolah sampah organik skala rumah tangga menjadi produk bernilai jual yaitu pupuk cair organik serta mengelola sampah plastik menjadi ecobriks (Founder: Russel Maier) dengan tujuan untuk penerapan zero waste di lingkungan kampus. Diharapkan kedepan para mahasiswa STIM Shanti Bhuana bisa membagikan pengetahuan ini dalam bentuk Pengabdian Pada Masyarakat (PPM).

Hasil produk pupuk cair organik ini telah berlabel dengan nama BIOSHABA dengan terlampir hasil uji laboratorium dan NIB (Nomor Induk Berusaha) dari dinas perijinan, produk ini masih perlu adanya pengembangan lebih lanjut, tim UKM pengolahan limbah akan senantiasa melakukan riset dan pengembangan untuk hasil produk yang berkualitas.

Penulis: Aloysius Hari Kristianto, S.E., M.Si., Kalista Lisska Karnika