Peran dan Langkah Konkret Institut Shanti Bhuana sebagai Salah Satu Perguruan Tinggi Daerah Perbatasan dalam Aspek Pembangunan Sosial, Ekonomi dan Lingkungan

Tri Dharma perguruan tinggi merupakan kewajiban perguruan tinggi dalam proses pendidikan yang meliputi pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. Institut Shanti Bhuana (ISB) mempunyai catur dharma perguruan tinggi dengan penambahan aspek Budaya Amare (budaya kasih dalam mengimplementasikan proses pendidikan di ISB) yang terintegrasi antar aspek. Pusat Riset Pengabdian Masyarakat (PRPM) ISB mengakomodasi aspek tersebut dengan visi “Menjadi Pusat Riset dan Pengabdian pada Masyarakat yang Unggul di Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, dan Ekologi di Kawasan Perbatasan dalam Koridor Pembangunan Berkelanjutan yang Dijiwai Budaya Amare.

Program studi (prodi) manajemen ISB dalam mata kuliah Green Economy yang dilaksanakan pada semester antara, melaksanakan program magang sebagai bentuk penerapan experiential learning method, bekerja sama dengan dinas Perumahan Rakyat Pemukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkayang yang dipimpin oleh Kepala Dinas Bapak Dodorikus, AP.,M.Si. Tujuan program magang adalah untuk mengimplementasikan teori dengan langsung terlibat dalam aktifitas di lapangan, agar membentuk mahasiswa dalam memahami pengalaman yang langsung mereka alami. Experiential learning method ini dapat memengaruhi aspek penting dalam proses pembelajaran yaitu aspek kognitif, aspek afektif dan aspek emosional. Proses pembelajaran ini dapat membuat pemahaman yang lebih mendalam bagi mahasiswa yang melakukannya. Progam kerja yang dilakukan adalah membantu dalam kegiatan mengelola sampah domestik, mengelola RTH (Ruang Terbuka Hijau), mengedukasi masyarakat mengenai sampah rumah tangga dan sampah pasar serta membantu mengelola manajemen internal kantor dinas yang bersangkutan di daerah Bengkayang. Program ini melibatkan 15 mahasiswa yang dibagi tugasnya berdasarkan kebutuhan kantor dinas terkait.

Bersama Universitas Parahyangan Bandung dan ILO-SCORE (International Labour Organization-Sustaining Competitive and Responsible Enterprises), ISB bekerja sama dalam program peningkatan produktifitas UMKM berstandar internasional dengan 5 modul yaitu kerjasama tempat kerja, manajemen kualitas, produksi bersih, manajemen sumber daya manusia, kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Program ILO-SCORE ini dikoordinasikan oleh Bapak Jones Parlindungan Nadapdap, S.E.,M.M yang telah melaksanakan program Training of Trainer (ToT) dengan beberapa dosen prodi Manajemen dan Kewirausahaan yang telah tersertifikasi. Harapannya program ini dapat membantu UMKM lokal untuk terus meningkatkan kualitas dan produktifitas usahanya. Program ILO-SCORE ini merupakan salah satu model bisnis berkelanjutan (Sustainable Business Model) yang dapat memberikan manfaat untuk jangka panjang yang bersifat kesinambungan dan konsisten. Model bisnis ini memerhatikan nilai dan aspek penting yaitu sosial, ekonomi, hukum, perilaku dan ramah lingkungan dari pilar Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) yang merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2045 menuju Indonesia Emas. Terdapat 7 mitra UMKM yang dijadikan obyek pelaksanaan kerja praktik berbasis ILO-SCORE, dengan 7 mahasiswa yang mendampingi UMKM yang telah ditentukan tersebut.

Harapan ke depan bersama prodi lain yaitu Teknologi Informasi (TI) dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dapat berkolaborasi untuk lebih dapat mengembangkan program lain yang relevan dalam aspek teknologi digital dan sistem informasi serta pendidikan yang berkualitas berbasis Technology Sustainable Green Campus. Institut Shanti Bhuana juga berusaha berpartisipasi menjadi bagian dari pemeringkatan kampus ramah lingkungan bertaraf internasional dalam UI GreenMetric World University Rangkings yang masih menjadi pekerjaan rumah seluruh sivitas akademi ISB. Tujuan dari pemeringkatan ini adalah • Dalam wacana berkelanjutan dapat berkontribusi di bidang pendidikan dan penghijauan kampus. • Sebagai langkah mempromosikan perguruan tinggi sebagai agen perubahan sosial dalam kaitannya terhadap tujuan berkelanjutan. • Menjadi alat penilaian diri mengenai keberlanjutan kampus untuk institusi pendidikan tinggi di seluruh dunia. • Menginformasikan kepada pemerintah, badan lingkungan setempat dan internasional serta masyarakat tentang program-program berkelanjutan di kampus.

Author

Aloysius Hari Kristianto